ULAMA DUNIA

Syekh Ibrahim Al Fathani Ulama Pengajar Di Kota Mekkah

Profil Ulama | Syekh Ibrahim Al Fathani Ulama Pengajar Di Kota Mekkah

Lahir

Syekh Ibrahim al-Fathani dilahirkan di jantung kota suci Makkah pada tahun 1320 Hijriah atau sekitar tahun 1902 Masehi.

Ia merupakan buah hati dari pasangan Syekh Daud ibn Abdul Qadir ibn Abdullah ibn Idris al-Fathani.

Garis nasab ayahnya menghubungkan beliau dengan sosok Syekh Daud ibn Abdullah al-Fathani, ulama terkenal asal Patani di Thailand yang dikenal karena kepakarannya di bidang keilmuan Islam dan menjadi pengajar di Masjidil Haram dengan beragam karyanya dalam bahasa Arab maupun Jawi—dengan titik pertemuan di Syekh Abdullah ibn Idris al-Fathani.

Wafat

Syekh Ibrahim al-Fathani menghembuskan nafas terakhirnya di tanah suci, tepatnya pada 13 Sya’ban 1413 Hijriah, bertepatan dengan tahun 1992 Masehi.

Meskipun wafat di jauh dari tanah kelahirannya, beliau senantiasa menaruh perhatian besar pada Malaysia, negeri leluhurnya, dengan berkali-kali berkunjung untuk tujuan dakwah.

Singapore dan Hindia turut menjadi saksi akan kunjungan dakwah beliau.

Jalan Pendidikan yang Dilalui

Terlahir dalam keluarga yang dihiasi keilmuan serta keagamaan yang tinggi, Syekh Ibrahim al-Fathani mendapatkan perhatian khusus dari ayahnya terkait pendidikan sejak dini.

Beliau mengawali studinya di kuttab (madrasah al-Qur’an) di bawah bimbingan Sayyid Husein al-Maliki.

Sering kali beliau berkutat di sekitar Masjidil Haram dan menghadiri pengajian para ulama.

Berkat pengajaran dari Syekh Husein al-Maliki, beliau berhasil menghafalkan seluruh 30 juz al-Qur’an dengan sempurna dan menjadi murid kebanggaannya.

Pendidikannya berlanjut di Madrasah al-Hasyimiyyah selama lima tahun, dan setelah itu, beliau mendalami ilmu tafsir dan fikih di halaqah keilmuan yang ada di Masjidil Haram.

Dalam masa itu, beliau berkesempatan belajar dari ulama besar seperti Syekh Muhammad ibn Abdul Qadir al-Fathani (pamannya), Syekh Muhammad Ali ibn Husein al-Maliki, dan banyak lagi yang lain.

Mengabdi sebagai Pengajar di Masjidil Haram

Syekh Ibrahim al-Fathani diangkat sebagai pengajar di Masjidil Haram pada tahun 1350 Hijriah atau sekitar tahun 1931 Masehi, menggantikan posisi pamannya yang wafat.

Ia mengajar tafsir al-Qur’an dan fiqh, serta subjek lainnya seperti gramatika Arab dan Hadits di kelas yang diadakan setelah Magrib.

Gaya mengajarnya yang menyatu nasehat hikmah dalam penyampaian materi membuatnya dicintai oleh para murid dan selalu terbuka untuk menjawab pertanyaan mereka.

Berbagi Ilmu di Madrasah Dar al-Ulum

Syekh Ibrahim al-Fathani juga berpartisipasi sebagai pengajar di Madrasah Dar al-Ulum, yang didirikan sebagai wadah untuk pelajar Nusantara menyusul insiden pelecehan yang terjadi di Madrasah Shaulathiyyah.

Keterlibatan beliau mencakup juga Ma’had al-Ilmiyyi al-Sa’udiyyi, Madrasah Tahdhir al-Bi’stat, dan pengajian di kediaman Syaikh Husein ibn Ali al-Maliki.

Beliau juga kerap dimintai fatwa mengenai masalah keagamaan yang timbul di masyarakat.

Keakraban dengan Ulama Melayu dan Warisan Intelektual

Rasa persaudaraan dan keakraban terjalin erat dengan ulama Melayu yang sama-sama bermukim di Haramain.

Seluruh waktu luang beliau dicurahkan dalam mengarang buku-buku dan menulis puisi.

Karya-karya penting yang pernah beliau tulis di antaranya adalah Nahj al-Burdah dan Tafsîr al-‘Asyar min al-Qur’ani al-Karîm.

Koleksi perpustakaan pribadi Syekh Ibrahim al-Fathani, yang kaya akan literatur keagamaan, diwakafkan kepada universitas Umm al-Qura sebagai bukti cinta dan dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker