ULAMA DUNIA

Biografi Syekh Zainuddin Al Malibari: Pengarang Kitab Fathul Mu’in

Profil Ulama | Biografi Syekh Zainuddin Al Malibari: Pengarang Kitab Fathul Mu’in

Syekh Zainuddin al-Malibari adalah salah satu ulama besar mazhab Syafi’i yang namanya harum hingga ke Nusantara, dikenal sebagai pengarang kitab monumental Fathul Mu’in. Beliau bukan sekadar ahli fiqih, tetapi juga pewaris tradisi keilmuan Islam yang mendalam, berjuang melalui pena dan dakwah di tengah Malabar (India Selatan) yang saat itu menghadapi tantangan kolonial.

Asal-Usul dan Masa Kelahiran

Syekh Zainuddin bin ‘Abdul ‘Aziz bin Zainuddin bin ‘Ali Al Malibari Al Fannani Asy Syafi’i, atau lebih sering disebut Syekh Zainuddin al-Malibari, dilahirkan di Malibar (Malabar), India Selatan.

Meskipun tanggal pasti kelahirannya masih menjadi misteri dalam catatan sejarah, garis keturunan beliau adalah bukti kemuliaan ilmu. Ayah beliau, Syekh Abdul Aziz, adalah ulama terkemuka dengan karya fenomenal, yaitu kitab Irsyadul Alba’ dan Maslakul Adzkiya’. Kedua kitab ini merupakan syarah (penjelasan) atas karya kakeknya, Syaikh Zainuddin bin Ali, yang masyhur dijuluki “Zainuddin Al Awwal” melalui kitab Hidayatul Adzkiya’.

Keluarga Al-Makhdum: Pilar Ilmu di Malabar

Syekh Zainuddin al-Malibari berasal dari klan ulama legendaris, Keluarga al-Makhdum. Keluarga ini diperkirakan tiba di Malabar pada abad ke-7 H/15 M, didirikan oleh Syeikh Qadhi Zainuddin Ibrahim Ahmad—paman dari kakek beliau, Syeikh Zainuddin Kabir.

Keluarga al-Makhdum menjadi mercusuar panutan bagi seluruh masyarakat Ponnan dan Malabar, tidak terbatas pada komunitas Muslim saja. Peran mereka dalam penyebaran ilmu agama Islam dan bahasa Arab (al-’Ulum al-’Arabiyyah) di India sangat besar, dikenal hingga kini sebagai keluarga yang sarat dengan keilmuan Fiqih, Dakwah, dan Adab. Para ahli sejarah meyakini asal-usul keluarga ini berasal dari Negeri Yaman, yang hijrah untuk tujuan dakwah hingga menetap di Malabar.

Garis Keturunan Ulama:

  • Ayah: Syaikh Muhammad al-Ghazali (juga dikenal sebagai Syaikh Abdul Aziz), seorang ulama yang wara’ (sangat hati-hati), mahir dalam ilmu hadits, tafsir, dan kalam. Beliau menjabat sebagai Qadhi (hakim) di Malabar Selatan dan merupakan pendiri Masjid Jamik Chombal.
  • Ibu: Seorang wanita shalihah dari keluarga yang juga terkenal kesalehannya.
  • Kakek:Syeikh Zainuddin Kabir (disebut demikian untuk membedakannya dengan cucunya, Syekh Zainuddin Shaghir). Beliau sangat mengagumi Imam Ghazali, bahkan menamai putra beliau (ayah Syekh Zainuddin al-Malibari) dengan nama Muhammad al-Ghazali.
    • Kakek beliau mengarang nazham (syair) akhlak berjudul Hidayah Atqiya’—karya yang disyarah oleh banyak ulama, termasuk Sayyid Abu Bakar Syatha (Kifayatul Atqiya) dan ulama Nusantara, Syaikh Nawawi al-Bantani (Sulam Fudhala’).
    • Syeikh Zainuddin Kabir juga dikenal karena mengarang nazham yang menyerukan jihad melawan kaum kafir Portugis kepada umat dan para raja.

Perjalanan Menuntut Ilmu: Dari Malabar ke Hijaz

Syekh Zainuddin al-Malibari memulai pendidikannya dari fondasi yang kuat, belajar ilmu-ilmu dasar langsung dari ayah dan ibunya. Pengejaran ilmunya kemudian membawa beliau mengembara ke daerah Ponnan untuk belajar kepada pamannya, Syaikh Abdul Aziz, yang mengajar di Masjid Jami’ setempat.

Gairah keilmuan beliau tidak terhenti di tanah airnya. Beliau melakukan rihlah ilmiah besar ke Jazirah Arab dan Hijaz, tidak hanya untuk menunaikan ibadah haji dan umrah, tetapi juga untuk menuntut ilmu. Beliau menetap di sana selama 10 tahun dan berguru kepada sejumlah ulama paling terkemuka di Mekah dan Madinah pada masanya.

Guru-Guru Agung Syekh Zainuddin al-Malibari:

Beliau berguru kepada ulama-ulama berikut:

  1. Syaikh Muhammad al-Ghazali (Ayah).
  2. Zainuddin al-Kabir (Kakek).
  3. Syaikh Abdul Aziz (Paman).
  4. Syaikhul Islam Ibnu Hajar al-Haitami: Guru yang paling beliau cintai. Dalam karyanya Fathul Mu’in, beliau selalu menyebut nama gurunya ini dengan sebutan mulia, “Syaikhuna/Guru Kami” secara mutlak.
  5. Syaikhul Islam Izzuddin Abdul Aziz Az-Zamzami.
  6. Syaikhul Islam Abdurrahman bin Zayad: Mufti Negeri Hijaz dan Yaman.
  7. Syaikhul Islam Saiyid Abdurrahman ash-Shafawi.
  8. Imam Zainul Abidin Abu Makarim Muhammad bin Tajul Arifin Abi Hasan ash-Shiddiqi al-Bakri: Murid dari Syaikhul Islam Zakaria al-Anshari.

Karya Tulis Abadi dan Para Penerus

Setelah masa pendidikan yang panjang, Syekh Zainuddin al-Malibari mendedikasikan hidupnya untuk mengajar, terutama di Masjid Jami’ Ponnani, selama kurang lebih 63 tahun. Beliau mengajarkan ilmu syariat Islam dan ilmu-ilmu Arab (al-‘Ulum al-‘Arabiyyah) kepada banyak murid yang kemudian menjadi ulama besar.

Karya-Karya Monumental Syekh Zainuddin al-Malibari:

Beliau dikenal sebagai pakar dalam Fiqih Mazhab Syafi’i dan Tasawwuf, dengan karya-karya yang masih menjadi rujukan global:

  • Kitab Fathul Mu‘in fi Syarh Qurrah al-‘Ayn (Fiqih): Karya syarah yang paling termasyhur. Kitab ini dikomentari oleh Syaikh Sayyid Muhammad Syatho’ Ad Dimyati (W. 1310 H) dalam Kitab Hasyiyah I’anatuth Thalibin.
  • Kitab Qurratul ‘Ain Bimuhimmatid Diin (Fiqih): Kitab matan (pokok) yang kemudian beliau syarah menjadi Fathul Mu’in.
  • Kitab Irsyadul ‘Ibad ila Sabilir Rasyaad (Fiqih dan Nasehat): Kitab yang membahas masalah fiqih yang disertai nasehat dan hikayat yang menggugah.
  • Kitab Al-Isti’dad lil Maut Wasu’al Qubur (Aqidah).
  • Kitab Tuhfatul Mujtahidin fi Ba‘adh Akhbar Al Burtughalin (Sejarah): Kitab bersejarah yang mencatat kabar tentang Portugis.

Murid-Murid Pilihan:

Beliau berhasil mencetak banyak ulama, di antaranya:

  • Syaikh Abdurrahman al-Makhdum kabir al-Ponani
  • Syaikh Jamaluddin bin bin Syeikh Usman al-Ma’bari al-Ponnani
  • Syaikh Jamaluddin bin Syeikh Abdul Aziz al-Makhdum al-Ponnani
  • Qadhi Usman Labba al-Qahiri
  • Syaikh Qadhi Usman al-Qahiri

Masa Wafat dan Perbedaan Pendapat

Mengenai tahun wafatnya, terjadi perbedaan pendapat di kalangan ahli sejarah, menunjukkan betapa luasnya jangkauan pengaruh beliau.

Sumber SejarahTahun WafatKeterangan
KH Sirajuddin ‘Abbas (Tobaqotussafi’iyyah)972 HSalah satu catatan awal ulama Nusantara.
Habib ‘Alwi Abubakar Muhammad As Saqqof (Pentahqiq Nihayatuzzain)987 H / 1579 MCatatan yang lebih terperinci.

Meskipun terdapat perbedaan, Syekh Nuruddin Marbu Al Banjari Al Makki dalam kitabnya Ma’lumatu Tuhimmuka menegaskan bahwa tahun wafatnya adalah pada awal abad 10 H.

Jenazah ulama besar, murid dari Syekh Ibnu Hajar Al Haitami ini, dimakamkan di pinggir Kota Fannon, India, tepat di samping Masjid Agung Fannon.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker