
KH. Abdul Wahab, yang lebih dikenal dengan panggilan Kiai Ronggo, adalah ulama besar sekaligus tokoh bersejarah yang menjadi pelopor pembukaan wilayah Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Warisan beliau yang paling nyata hingga hari ini adalah Masjid Agung Ar-Raudlah yang berdiri kokoh sejak tahun 1734 M, serta makam beliau yang hingga kini ramai dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah.
Biografi Singkat Kiai Ronggo
Kelahiran
KH. Abdul Wahab lahir di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Di tanah kelahirannya inilah beliau tumbuh, berjuang, dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk agama dan masyarakat sekitarnya.
Pelopor Pembuka Wilayah Kraksaan
Salah satu peran terbesar Kiai Ronggo dalam sejarah adalah menjadi orang pertama yang membuka (babat alas) wilayah Kota Kraksaan. Istilah “babat alas” dalam tradisi Jawa merujuk pada sosok yang pertama kali membuka hutan atau lahan kosong dan menjadikannya permukiman yang layak huni.
Berkat peran beliau, Kraksaan berkembang menjadi pusat peradaban dan akhirnya menjadi ibu kota Kabupaten Probolinggo seperti yang kita kenal sekarang. Kiai Ronggo adalah sosok di balik fondasi sejarah kota ini.
Mendirikan Masjid Agung Ar-Raudlah (1734 M)
Peninggalan Kiai Ronggo yang paling megah dan masih berdiri hingga saat ini adalah Masjid Agung Ar-Raudlah, yang beliau dirikan pada tahun 1734 Masehi — lebih dari tiga abad yang lalu. Masjid ini menjadi salah satu masjid tertua di wilayah Probolinggo dan menyimpan banyak nilai sejarah Islam yang tak ternilai.
Warisan Fisik di Dalam Masjid
Hingga kini, beberapa peninggalan asli Kiai Ronggo masih dapat ditemukan di dalam masjid, antara lain:
- 4 tiang utama di ruang shalat utama masjid, yang berdiri kokoh sejak pertama kali dibangun
- Bedug tua peninggalan Kiai Ronggo yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang masjid ini
Kisah di Balik Bedug Bersejarah
Bedug peninggalan Kiai Ronggo memiliki cerita tersendiri yang menarik. Bahan bakunya berupa kayu pilihan yang diambil dari Pakuniran dan diangkut langsung oleh para santri beliau menuju Kraksaan. Proses pembuatan bedug ini memakan waktu hingga dua bulan penuh, mencerminkan kesungguhan dan ketelitian para santri dalam menjalankan amanah dari sang guru.
Makam Kiai Ronggo: Destinasi Ziarah di Probolinggo
Lokasi Pesarean
Kiai Ronggo dimakamkan di Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo — sama dengan tempat kelahiran beliau. Seolah perjalanan hidup beliau ditutup dengan pulang ke tanah yang sama, tanah yang pernah beliau buka dan perjuangkan.
Cara Menuju Makam
Lokasi makam Kiai Ronggo sangat mudah dijangkau. Dari pusat Kota Kraksaan, perjalanan hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit. Tidak ada jalur yang rumit untuk sampai ke sana.
Suasana Makam
Secara fisik, area makam Kiai Ronggo terlihat sederhana — tidak jauh berbeda dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) pada umumnya. Yang membedakan hanyalah sebuah gapura yang baru selesai dipugar, menandai bahwa makam ini terus dirawat dan diperhatikan oleh masyarakat.
Namun di balik kesederhanaannya, makam ini menyimpan daya tarik yang luar biasa. Peziarah dari luar Probolinggo pun mulai berdatangan untuk berziarah dan mendoakan beliau. Puncaknya adalah setiap malam Jumat Legi, ketika makam ini dipenuhi ribuan peziarah yang datang dari berbagai penjuru untuk bertabaruk dan memanjatkan doa.
Warisan dan Keteladanan Kiai Ronggo
Kiai Ronggo bukan sekadar ulama yang mengajarkan agama di dalam masjid. Beliau adalah pembangun peradaban dalam arti yang sesungguhnya — membuka wilayah baru, mendirikan tempat ibadah yang bertahan ratusan tahun, dan melahirkan generasi santri yang setia dan berdedikasi.
Warisan beliau meliputi:
- Sejarah pembukaan Kota Kraksaan sebagai pusat peradaban di Probolinggo
- Masjid Agung Ar-Raudlah yang telah berdiri lebih dari tiga abad
- Tradisi ziarah yang terus hidup dan mempererat ukhuwah Islamiyah antar daerah
- Teladan kesederhanaan dan pengabdian tanpa pamrih kepada agama dan masyarakat
Kesimpulan
KH. Abdul Wahab atau Kiai Ronggo adalah sosok ulama sekaligus pahlawan lokal yang jasanya tak lekang oleh waktu. Dari tangan beliau, Kraksaan lahir sebagai sebuah kota. Dari keikhlasan beliau, berdiri masjid yang masih mengumandangkan azan hingga hari ini. Nama Kiai Ronggo layak dikenang dan diteladani oleh setiap generasi, khususnya masyarakat Probolinggo dan Jawa Timur.








