ULAMA NUSANTARA

KH Ya’qub Hasyim Sang Wali Jadzab

Profil Ulama | KH Ya’qub Hasyim Sang Wali Jadzab

Kelahiran dan Kehidupan Awal

KH. Ya’qub Hasyim, yang akrab disapa Gus Ya’qub, dilahirkan pada tahun 1366 Hijriyah atau 1947 Masehi di lingkungan Pondok Pesantren Jombang.

Dia adalah anak ketiga dari pasutri KH. Hasyim Asy’ari dan Bu Nyai Masruroh, dengan dua saudara lainnya, Bu Nyai Khodijah Hasyim dan Gus Abdul Kadir Hasyim.

Gus Ya’qub kehilangan ayahanda saat masih bayi, sehingga diasuh oleh ibu dan kakak tertuanya, Bu Nyai Khodijah.

Kepergian Gus Ya’qub

Gus Ya’qub meninggalkan dunia fana pada 1998 Masehi atau 1419 Hijriyah di usia 51 tahun.

Makam beliau kini terletak di areal pemakaman Masyayikh Tebuireng, tempat diistirahatkannya banyak ulama besar.

Pendidikan dan Kecintaan terhadap Ilmu

Menghabiskan masa belajar di pondok tempat tumbuhnya, Tebuireng, Gus Ya’qub menjadi tahu pentingnya menguasai ilmu agama.

Mengejutkan banyak orang, beliau lebih memilih belajar secara otodidak, mengasah diri melalui kegiatan membaca dan menelaah.

Karomah Gus Ya’qub Hasyim

Sejak dini, Gus Ya’qub terlihat berbeda, melakukan berbagai perbuatan yang tidak biasa.

Gus Zakky Hadzik pernah mencatat kejadian langka dimana Gus Ya’qub terlihat sedang mendalami kitab bersama mendiang Hadratussyekh Hasyim Asy’ari, ayahnya, dalam suatu penglihatan yang tak terduga.

Tak hanya itu, tercatat pula kesannya yang unik saat belajar di samping makam ayahnya di kompleks pesantren Tebuireng, atau ketika beliau menutup diri di kamar tersepi, dan terdengar suara misterius yang diduga suara ayahnya.

Perilaku Gus Ya’qub dalam keseharian juga cukup eksentrik, beliau sering berkelana dengan sepedanya.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan keluarganya, menyebabkan salah satu santri diutus untuk selalu mengawasinya.

Sebagai guru, Gus Ya’qub pernah mengajar kitab Bulughul Marom dan dikisahkan memiliki keahlian mengajar Bahasa Inggris tanpa pendidikan formal dalam bahasa tersebut, suatu kemampuan yang dianggap sebagai bagian dari ilmu laduni.

Potret Spiritual yang Tak Biasa

Gus Ya’qub juga dikenal sebagai wali jadzab dengan segala keunikan dan kelakuan misteriusnya.

Banyak kejadian aneh yang menampakkan diri melalui ucapan, sikap, dan tindakannya yang tidak mudah dipahami.

Keluarganya berkeinginan agar Gus Ya’qub dapat berada dalam kondisi normal dan tidak terlalu tenggelam dalam kefananya sehingga mereka merencanakan untuk menyampaikannya ke Mbah Hamid Pasuruan.

Namun sebelum rencana itu terlaksana, Mbah Hamid telah tiba di Tebuireng, pertanda bahwa Gus Ya’qub memiliki tangga spiritual yang tinggi.

Komunikasi Bathiniah Antara Wali

Gus Ya’qub sering menggunakan isyarat sebagai medium komunikasi, terkadang membingungkan bagi mereka yang bertemu dengannya.

Salah satu santri pernah mendengar Gus Ya’qub bernyanyi tentang “darah mengalir sampai jauh”, sebuah anekdot yang kemudian berkaitan dengan tragedi pembunuhan dukun santet yang dahulu heboh di Jawa Timur.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker