ULAMA NUSANTARA

Biografi KH Nur Hamim Adlan

Profil Ulama | Biografi KH Nur Hamim Adlan

Biografi KH Nur Hamim Adlan

Kelahiran

KH. Nur Hamim Adlan dilahirkan pada tanggal 21 April 1957 M di Ponorogo. Beliau adalah putra dari pasangan Kromo Kisman dan Kasmirah.

Pendidikan

Pagi hari, KH. Nur Hamim Adlan kecil memulai pendidikannya di Mu’allimin Durisawo. Sore harinya, beliau mengaji di PP MMH Mayak Ponorogo.

Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Kemudian, beliau belajar di Pondok Pesantren Kaliwungu, Pesantren Pasuruan, Pondok Pesantren Lirboyo, hingga Pondok Pesantren KH. Abdul Majid Blega Madura.

Guru-guru

Beberapa guru dari KH. Nur Hamim Adlan antara lain:

  • KH. Adlan Aly Cukir Jombang,
  • KH. Syamsuri Baidhowi Tebuireng Jombang,
  • KH. Asror Ridhwan Kaliwungu Kendal,
  • KH. Abdul Hamid Pasuruan,
  • KH. Dahnan Trenggalek,
  • KH. Mahrus Aly Lirboyo,
  • KH. Abdul Majid Blega Madura,
  • KH. Hasyim Sholeh Mayak Ponorogo
  • KH. Imam Muhadi Bagbogo Nganjuk.

Mendirikan Pesantren

Pada tanggal 24 Syawal 1411 H atau 9 Mei 1991 M, KH. Nur Hamim Adlan mendirikan Pondok Pesantren Nahrul Ulum Purbosuman Ponorogo.

Saat ini, Pondok Pesantren Nahrul Ulum memiliki 5 unit pendidikan, yaitu Tarbiyatul Mu’allimin Subulus Salam, Madrasah Diniyah Al-Anwar, TPQ Al-Anwar, TK Muslimat Sumber Sari, dan MI Al-Ihsan.

Mursyid Thariqah

Pada tahun 2003, KH. Nur Hamim Adlan diangkat sebagai Mursyid Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah oleh KH. Imam Muhadi Bagbogo Tanjung Anom Nganjuk.

Peranan di Nahdlatul Ulama (NU)

Dalam peranannya di NU, KH. Nur Hamim Adlan pernah menjabat sebagai Mudir Am Syu’biyah JATMAN Ponorogo, Ketua Syuriyah MWC NU Ponorogo, dan Ketua Umum MUI Ponorogo.

Karier

Sejak tahun 1980, KH. Nur Hamim Adlan telah mengajar sebagai mubaligh di Tuwawo Kenjeran Surabaya dan Kepala SD Budiyakin II Rangkah Tegalrejo Surabaya.

Selain itu, beliau juga pernah mengajar di berbagai Pondok Pesantren seperti Hudatul Muna Jenes Ponorogo, Darul Huda Mayak Ponorogo, Al-Rasyid Ponpes Hidayatul Mubtadi’in Klego Mrican Ponorogo, dan Mu’allimat Ma’arif Ponorogo.

Karomah

KH. Nur Hamim Adlan pernah dijuluki sebagai manusia kuat dan kebal saat masih muda. Beliau pernah dipukul oleh orang lain namun tidak merasakan kesakitan sama sekali.

Selain itu, dalam perayaan 17 Agustus, beliau mampu meminggul 10 orang tanpa merasa berat.

Keistimewaan beliau pun terlihat saat mondok di Pesantren Tebuireng. Di suatu malam, teman sebangku kuliahnya, Lamro, mendengar suara jelas dari dalam kubur Mbah Hasyim Asy’ari.

Suara itu terdengar seperti suara KH. Nur Hamim Adlan dan suara Hadhratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari. Sepertinya Mbah Hasyim Asy’ari sedang memberi wejangan dan pengajaran kepada KH. Nur Hamim Adlan.

Semua keistimewaan ini membuat masyarakat Purbosuman Ponorogo mulai simpati dan menghormatinya. Dan sejak itu, masyarakat sekitar mulai memanggilnya dengan sebutan Kiai.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker