ULAMA NUSANTARA

KH. Hasyim Wahid (Gus Iim): Adik Bungsu Gus Dur

KH. Hasyim Wahid, yang akrab dipanggil Gus Iim, adalah seorang tokoh dari keluarga ulama paling berpengaruh dalam sejarah Islam di Indonesia. Sebagai adik bungsu Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) dan cucu dari KH. Hasyim Asy’ari — pendiri Nahdlatul Ulama — nama Gus Iim lekat dengan tradisi keilmuan dan perjuangan Islam Nusantara. Inilah biografi lengkap perjalanan hidup beliau.


1. Riwayat Hidup dan Keluarga

Kelahiran

KH. Hasyim Wahid lahir di Jakarta, 30 Oktober 1953. Beliau adalah putra bungsu dari delapan bersaudara, buah pernikahan KH. Wahid Hasyim — Menteri Agama pertama Republik Indonesia — dengan Nyai Solichah.

Dengan demikian, Gus Iim adalah cucu langsung dari KH. Hasyim Asy’ari, ulama besar pendiri Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Beliau juga merupakan adik kandung dari Gus Dur, Presiden Republik Indonesia ke-4.

Keluarga

KH. Hasyim Wahid menikah dengan Tyoria Sulaiman dan dikaruniai dua orang anak:

  1. Abdul Aziz
  2. Karimah

Wafat

KH. Hasyim Wahid wafat pada Sabtu, 1 Agustus 2020, pukul 04.18 WIB, di RS Mayapada, Jakarta. Beliau dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Kabupaten Jombang, Jawa Timur — pesantren bersejarah yang tak lepas dari garis keluarga besar Wahid Hasyim.


2. Pendidikan

Pendidikan Formal

KH. Hasyim Wahid menempuh pendidikan dasar dan menengah di Jakarta, yaitu:

  • Sekolah Dasar Perwari
  • SMP III Manggarai, Jakarta
  • SMA III Setiabudi, Jakarta

Pendidikan Tinggi

Setelah lulus SMA, Gus Iim melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di beberapa institusi terkemuka di Indonesia:

  • Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (UI) — pendidikan utama beliau di tingkat perguruan tinggi
  • Fakultas Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung (ITB) — sempat dijalani meski tidak hingga selesai
  • Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia (UI) — juga sempat dijalani meski tidak hingga selesai

Perjalanan akademisnya yang berpindah-pindah antara beberapa fakultas bergengsi ini mencerminkan keingintahuan intelektual yang tinggi dan wawasan yang luas — sebuah karakter yang juga lekat pada kakaknya, Gus Dur.


3. Karier dan Pengabdian

Sepanjang hidupnya, KH. Hasyim Wahid menjalani berbagai peran penting di dunia politik, ekonomi, dan organisasi keagamaan:

Jabatan / PeranPeriode
Pengurus PDI Perjuangan & Penasihat Gerakan Pemuda PKB1998 – 2000
Konsultan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)1999 – 2001
Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)2015 – 2020

Catatan Penting

  • Peran beliau di BPPN sangat strategis — lembaga ini dibentuk pemerintah untuk memulihkan perbankan nasional pasca-krisis ekonomi 1998. BPPN sendiri kemudian dibubarkan pada tahun 2004 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.
  • Sebagai Mustasyar PBNU, Gus Iim mengemban amanah sebagai penasihat tertinggi di organisasi NU, meneruskan tradisi keluarga besar Wahid Hasyim yang selalu hadir dalam kepemimpinan NU.

4. Penutup

KH. Hasyim Wahid (Gus Iim) mungkin tidak sepopuler sang kakak, Gus Dur. Namun sebagai bagian dari keluarga yang melahirkan tokoh-tokoh besar Islam Indonesia, peran dan kontribusi beliau — baik di ranah politik, ekonomi, maupun organisasi keagamaan — tetap meninggalkan jejak yang berarti. Beliau adalah penerus tradisi keilmuan dan pengabdian keluarga Wahid Hasyim yang tak pernah jauh dari umat.

Semoga Allah SWT merahmati beliau, mengampuni segala dosa, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin ya Rabbal Alamin.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker