
Mengenal Mbah Kuwu Sangkan atau Pangeran Cakrabuana — pendiri Keraton Cirebon, putra Prabu Siliwangi, dan tokoh penyebar Islam di Jawa Barat. Baca sejarah lengkapnya di sini.
Siapa Mbah Kuwu Sangkan?
Mbah Kuwu Sangkan adalah salah satu tokoh sejarah Islam paling berpengaruh di wilayah Jawa Barat, khususnya Cirebon. Beliau dikenal sebagai pendiri Keraton Cirebon sekaligus pelopor penyebaran agama Islam di tanah Pasundan.
Nama lengkap beliau cukup beragam dalam berbagai sumber sejarah. Mbah Kuwu Sangkan memiliki 5 nama yang dikenal masyarakat, yaitu:
- Pangeran Cakrabuana (gelar kehormatan)
- Walang Sungsang
- Haji Abdullah Iman
- Syekh Somadullah
- Mbah Kuwu Sangkan Cirebon Girang
Kelahiran dan Asal Usul
Mbah Kuwu Sangkan lahir sekitar tahun 1423 Masehi di Cirebon. Beliau adalah putra dari Prabu Siliwangi, raja besar Kerajaan Pasundan, dan Nyai Subang Larang.
Beliau terlahir sebagai anak pertama dari tiga bersaudara:
- Mbah Kuwu Sangkan (Pangeran Cakrabuana)
- Raden Kiansantang
- Nyai Rarasantang
Sebagai putra mahkota, Mbah Kuwu mewarisi darah kepemimpinan langsung dari ayahandanya yang terkenal bijaksana dan disegani.
Pendidikan dan Ilmu yang Dikuasai
Prabu Siliwangi sangat memperhatikan pendidikan putranya sejak dini. Mbah Kuwu Sangkan dididik langsung oleh sang ayah dalam bidang ilmu kemiliteran, politik, dan kesaktian.
Selain itu, untuk memperdalam ilmu agama dan pengetahuan umum, beliau diserahkan kepada para ulama dan guru besar terkemuka pada zamannya, yaitu:
- Syekh Qurotullain
- Syekh Nurjati
- Syekh Bayanillah
- Ki Gde Danuwarsi
- Ki Gde Naga Kumbang
- Ki Gde Bango Cangak
Para guru tersebut mengajarkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari Ilmu Agama Islam, Sastra, Falak (astronomi), hingga Kesaktian. Bekal ilmu yang luar biasa ini menjadikan Mbah Kuwu sebagai sosok yang cerdas, kuat, dan berwibawa.
Membangun Cirebon dan Menyebarkan Islam
Awal Perjuangan
Mbah Kuwu Sangkan mulai berdakwah dan membangun Cirebon pada usia 25 tahun. Beliau berkeliling berbagai daerah untuk menyebarkan ajaran Islam, di antaranya:
Cirebon · Kuningan · Majalengka · Indramayu · Subang · Sumedang · Purwakarta · Karawang · Priangan · Bogor · Banten
Menjadi Raja Pertama Cirebon
Pada 1 Suro tahun 1445 Masehi, Pangeran Cakrabuana resmi memerintah Cirebon di bawah naungan Kerajaan Pasundan yang saat itu dipimpin Raja Galuh. Usianya baru menginjak 22 tahun, namun beliau berhasil memegang kendali pemerintahan selama 38 tahun — dari 1445 hingga 1479 Masehi.
Mbah Kuwu adalah raja pertama Cirebon sekaligus pendiri Keraton Pakungwati, setelah ibu kota kerajaan dipindahkan ke Lemah Wungkuk.
Pelopor Kebudayaan Pasundan Islami
Salah satu pencapaian terbesar Mbah Kuwu Sangkan adalah keberhasilannya mengislamkan wilayah Pajajaran yang sebelumnya merupakan kerajaan Hindu — termasuk keraton ayahandanya sendiri. Proses ini berlangsung selama empat abad dan menjadikannya tokoh kunci dalam sejarah islamisasi Jawa Barat.
Atas jasa-jasanya, beliau dianugerahi gelar kehormatan Pangeran Cakrabuwana.
Kehidupan Keluarga
Semasa hidupnya, Mbah Kuwu Sangkan menikah dua kali:
| Istri | Keturunan |
|---|---|
| Nyi Endang Golis | Nyi Pakung Wati (kelak menjadi pendamping Sunan Gunung Jati) |
| Nyai Ratna Lilis | Pangeran Abdurrokhman |
Perlu diketahui, Sunan Gunung Jati (Syekh Syarif Hidayatullah) adalah keponakan langsung Mbah Kuwu Sangkan — putra dari Nyai Rarasantang, adik kandung beliau. Sunan Gunung Jati kelak menjadi penerus Mbah Kuwu dan meningkatkan status Cirebon menjadi sebuah Kesultanan.
Wafat dan Makam
Mbah Kuwu Sangkan wafat pada tahun 1500-an Masehi atau awal abad ke-16. Beberapa sumber sejarah menyebut tahun wafat beliau adalah 1529 Masehi.
Makam beliau terletak di daerah Cirebon Girang, Talun. Di depan makam terdapat sebuah bangunan bernama Palinggihan Ichsanul Kamil — sebuah tempat meditasi berwarna merah yang dikelilingi pagar bercorak khas Islam Cirebon. Kata palinggihan berasal dari kata lungguh yang berarti “duduk”, merujuk pada tempat Mbah Kuwu bermunajat kepada Tuhannya.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, tiga hewan kesayangan Mbah Kuwu — Kucing Candra Mawa, Macan Samba, dan Kebo Dongkol Bule Karone — kini menjaga makam beliau secara gaib. Ketiga hewan tersebut diyakini sudah punah dari dunia nyata.
Warisan Mbah Kuwu Sangkan
Mbah Kuwu Sangkan meninggalkan warisan yang sangat besar bagi sejarah Nusantara, di antaranya:
- Mendirikan Keraton Cirebon (Keraton Pakungwati) sebagai pusat pemerintahan
- Menyebarkan Islam ke seluruh wilayah Jawa Barat hingga Banten
- Mempersatukan wilayah utara dan selatan Cirebon hingga Banten
- Mengembangkan ilmu pengetahuan, sastra, dan seni budaya Pasundan Islami
- Menjadi cikal bakal berdirinya Kesultanan Cirebon yang dilanjutkan Sunan Gunung Jati
Kesimpulan
Mbah Kuwu Sangkan atau Pangeran Cakrabuana adalah figur luar biasa dalam sejarah Islam di Indonesia. Sebagai putra Prabu Siliwangi yang memeluk Islam, beliau berani mengambil jalan berbeda dari tradisi leluhurnya dan mendedikasikan hidupnya untuk membangun peradaban Islam di tanah Pasundan.
Kisah hidupnya mengajarkan kita tentang keberanian, keteguhan iman, dan semangat membangun bangsa yang patut diteladani hingga hari ini.








