
Profil Ulama | Biografi Syekh Prof Dr KH Abdul Hadi Ahmuza

KELAHIRAN
Syekh Prof. Dr. KH. Abdul Hadi Ahmuza., M.A dilahirkan pada 3 Mei 1954 di lingkungan sebuah pesantren, Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak. Beliau adalah putra dari KH. Ahmad Muthohar dan Muzainah.
KELUARGA
Pada 8 Agustus 1980, Syekh Prof. Dr. KH. Abdul Hadi Ahmuza., M.A menikahi Muthiatun Setyaningsih bin H. Soewarno Abdul Salam dan melepas masa lajangnya. Mereka dikaruniai dua anak laki-laki dan dua anak perempuan, yaitu Muhammad Balya Hadining (lahir pada 4 Juni 1981), Hasanain Haikal Hadining (lahir pada 24 Februari 1983), Aulia Fashanah Hadining, dan Wanidya Niimmallaili Hadining.
PENDIDIKAN
Syekh Prof. Dr. KH. Abdul Hadi Ahmuza., M.A memulai pendidikannya di Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen. Beliau lulus dari Madrasah Ibtidaiyah pada tahun 1966, Tsanawiyah pada tahun 1969, dan Aliyah pada tahun 1972.
Pada tahun 1973, beliau melanjutkan pendidikannya di Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang. Setelah menulis Risalah berjudul Komparatif Delict Pencurian dalam KUHP dan Hukum Islam pada tahun 1977, beliau berhasil meraih gelar Sarjana Muda (Bachelor of Arts).
Kemudian, beliau melanjutkan pendidikan tingkat Doktor di IAIN Walisongo. Gelar Sarjana Lengkap (doctorandus) berhasil diraihnya pada tahun 1980 dan setara dengan Strata 1. Skripsi yang beliau tulis berjudul Pandangan Hukum Islam terhadap Seni Rupa.
Pada tahun 1988, setelah lulus uji test, beliau mendapatkan beasiswa dari Departemen Agama untuk melanjutkan Program Pascasarjana (Strata 2) di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada tahun 1992, beliau meraih gelar Master of Arts setelah menyelesaikan Tesis Prof. KH. Saifuddin Zuhri dan Pemikiran Teologi.
Beliau juga melanjutkan pendidikan di tingkat Strata 3 di IAIN yang sama. Disertasinya berjudul Fiqih Mazhab Syaf’ii dalam Undang-undang Pekawinan di Indonesia, Brunei, dan Malaysia (2001). Selama perjalanan penelitiannya, beliau telah mengunjungi beberapa negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Mesir.
PENGASUH PESANTREN
Selain menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah nDalem, Syekh Prof. Dr. KH. Abdul Hadi Ahmuza., M.A juga aktif dalam kegiatan mengajar. Di Pesantren Futuhiyyah, beliau mengajar para santri dalam berbagai kitab seperti Al-Quran al-Karim, Tafsir al-Quran (seperti Tafsir al-Jalalain dan Tafsir Munir), Sahih al-Bukhari, Bulugh al-Maram, Kifayat al-Akhyar, Irsyad al-Ibad, Talim al-Mutaallim, Tarikh an-Nahar al-Yaqin, Ihya ‘Uluum ad-Din, An-Nawadir, dan Al-Munqidh min ad-Dalal.
Beliau juga memberikan pengajian atas tiga kitab terakhir kepada sejumlah kiai, seperti KH. Baidholwi Sendangguwo di Semarang dan KH. Masyhudi Kangkung di Mranggen, sejak tahun 2005 hingga sekarang. Beberapa dari mereka dulunya merupakan murid dari KH. Muslih (wafat pada 1981), KH. Lutfil Hakim (wafat pada 2004), dan KH Ahmad Muthohar (wafat pada 2005).
MURSYID TARIQAH QADIRIYAH
Syekh Prof. Dr. KH. Abdul Hadi Ahmuza., M.A juga merupakan Mursyid Tariqah Qadiriyyah Wa Naqsyabandiyyah. Saat ini, beliau menjabat sebagai Wakil Mudir Aam Jamiyyah Ahlit Tariqah Mutabar Nahdliyyah Indonesia (JATMAN).
KARIER
Beliau pernah menjabat sebagai Ketua STAIN Kudus pada periode 2009-2013, Ketua STAIN Samarinda pada periode 2007-2009, dan Pembantu Dekan III Fakultas Syariah IAIN Walisongo. Beliau juga pernah menjadi Ketua Jurusan Siyasah dan Jinayah, yang merupakan perintisannya. Sejak tahun 2005, beliau menjabat sebagai Guru Besar.
KARYA-KARYA
Di antara aktivitas mengajarnya, Syekh Prof. Dr. KH. Abdul Hadi Ahmuza., M.A juga merupakan seorang penulis yang produktif. Beberapa karya tulisnya yang telah diterbitkan dalam bentuk buku antara lain:
- Pengaruh Mazhab Syafii di Asia Tenggara: Fiqih dalam Peraturan Perundang-Undangan Tentang Perkawinan di Indonesia, Brunei, dan Malaysia (2003).
- Tariqat Qodiriyah Wa Naqsyabandiyyah di Kalimantan Timur: Kajian Perkembangan Organisasi Kaum Sufi dari Aspek Perspektif Historis (2009).
- Komisi Yudisial (2010).
- Metodologi Hukum Islam (2011).
Tulisan-tulisan tersebut merupakan bukti keilmuannya dan kontribusinya dalam bidang studi Islam.









One Comment