
Di antara ulama besar yang pernah menghiasi dunia keilmuan Islam, Syekh Abu Bakar Asy-Syinwani adalah sosok yang menonjol karena kepakarannya di dua bidang sekaligus: fiqih Madzhab Syafi’i dan ilmu nahwu (tata bahasa Arab). Lahir dari keluarga berakar Tunis namun besar dan mengabdi di Mesir, beliau menjadi salah satu ulama Al-Azhar yang paling produktif dalam menghasilkan karya-karya syarh dan hasyiyah.
Nama Lengkap dan Latar Belakang
Nama lengkap beliau adalah Abu Bakar bin Isma’il bin Syihabuddin ‘Umar bin ‘Ali bin Wafa Asy-Syinwani At-Tunisi Al-Mashri Asy-Syafi’i. Dari nama panjang ini terkandung sejumlah informasi penting:
- Asy-Syinwani — nisbat kepada daerah Syinwan, tempat kelahiran beliau di kawasan Anufiyyah, Mesir
- At-Tunisi — menunjukkan asal-usul keluarga beliau dari Tunis (Tunisia)
- Al-Mashri — menandakan bahwa beliau hidup, belajar, dan mengabdi di Mesir
- Asy-Syafi’i — menegaskan bahwa beliau bermadzhab Syafi’i dalam fiqih
Syekh Abu Bakar Asy-Syinwani lahir di Syinwan, kawasan Anufiyyah, Mesir pada tahun 959 H. Meski berakar dari keluarga Tunis, beliau tumbuh dan berkembang sebagai ulama Mesir yang sepenuhnya mengabdikan hidupnya di sana.
Wafat
Syekh Abu Bakar Asy-Syinwani wafat di Kairo, Mesir pada tanggal 3 Dzulhijjah tahun 1019 H. Beliau meninggalkan sejumlah karya ilmiah yang terus dipelajari oleh para penuntut ilmu agama dan bahasa Arab hingga saat ini.
Pendidikan di Al-Azhar
Syekh Abu Bakar Asy-Syinwani menuntut ilmu di Kairo, tepatnya di Masjid Al-Azhar — lembaga pendidikan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia. Di sanalah beliau berguru kepada para ulama Al-Azhar terkemuka di zamannya, mendalami berbagai cabang ilmu keislaman, khususnya fiqih dan bahasa Arab.
Proses belajar yang serius di Al-Azhar inilah yang kemudian membentuk beliau menjadi ulama yang kompeten di dua bidang yang tampaknya berbeda namun sesungguhnya saling melengkapi: hukum Islam (fiqih) dan tata bahasa Arab (nahwu). Keahlian nahwu yang kuat tentu sangat menunjang kemampuan beliau dalam memahami dan menjelaskan teks-teks fiqih secara tepat dan mendalam.
Karya-Karya Ilmiah
Syekh Abu Bakar Asy-Syinwani dikenal sebagai ulama yang produktif dalam menulis, khususnya dalam bentuk syarh (penjelasan atas suatu kitab) dan hasyiyah (komentar atas syarh). Sebagian besar karyanya berpusat pada tiga kitab nahwu klasik yang sangat populer di dunia pesantren: Al-Ajurumiyyah, Asy-Syudzur, dan Al-Qathr.
1. Hidayah Mujib An-Nada ila Syarh Qathrinnada
Kitab ini merupakan syarh (penjelasan) atas kitab Qathrinnada — sebuah teks klasik dalam bidang ilmu nahwu karya Ibnu Hisyam Al-Anshari. Qathrinnada adalah salah satu kitab nahwu tingkat menengah yang banyak dipelajari di pesantren-pesantren tradisional.
2. Dibajah Mukhtashar Khalil
Sebuah karya yang berkaitan dengan Mukhtashar Khalil, kitab fiqih Madzhab Maliki yang sangat terkenal. Karya ini mencerminkan keluasan wawasan Syekh Asy-Syinwani yang tidak hanya menguasai fiqih Syafi’i, tetapi juga memahami khazanah fiqih madzhab lainnya.
3. Ad-Durrah Asy-Syawaniyyah fi Syarh Al-Ajurumiyyah
Kitab ini adalah syarh atas Al-Ajurumiyyah — matan nahwu paling terkenal dan paling banyak dipelajari oleh santri di seluruh dunia, karya Ibnu Ajurrum. Melalui karya ini, Syekh Asy-Syinwani memberikan penjelasan yang sistematis dan mudah dipahami atas kaidah-kaidah dasar tata bahasa Arab.
4. Hidayah Ulil Albab ila Mushil Ath-Thullab ila Qawa’id Al-I’rab
Sebuah karya panduan bagi para pelajar dalam memahami kaidah-kaidah i’rab (analisis gramatikal bahasa Arab). Judul kitab ini secara harfiah berarti “Petunjuk bagi Orang-orang Berakal Menuju Jalan yang Mengantarkan Para Pelajar kepada Kaidah-kaidah I’rab” — sebuah judul yang mencerminkan niat tulus sang penulis untuk memudahkan proses belajar bahasa Arab.
5. Asy-Syihab Al-Hawi ‘ala Abdirra’uf Al-Ghawi
Sebuah hasyiyah ilmiah yang menunjukkan kemampuan Syekh Asy-Syinwani dalam mengulas dan merespons karya-karya ulama lain secara kritis dan konstruktif.
6. Qurrah ‘Uyun Dzawil Afham bi Syarh Muqaddimah Syaikhil Islam
Kitab ini merupakan syarh atas muqaddimah (pengantar) sebuah karya Syaikhul Islam — kemungkinan besar merujuk kepada Syaikhul Islam Zakariyya Al-Anshari, salah satu ulama Syafi’i paling berpengaruh. Karya ini kembali membuktikan kontribusi Syekh Asy-Syinwani dalam memperkaya literatur keilmuan Islam, baik di bidang fiqih maupun bahasa Arab.
Penutup
Syekh Abu Bakar Asy-Syinwani adalah representasi ulama Al-Azhar yang sesungguhnya: menguasai ilmu syariat sekaligus ilmu bahasa Arab sebagai fondasi utamanya. Karya-karyanya — terutama syarh-syarh atas kitab-kitab nahwu klasik — menjadi jembatan ilmu yang memudahkan generasi demi generasi pelajar Muslim untuk memahami tata bahasa Arab dengan lebih baik dan benar.
Semoga Allah merahmati Syekh Abu Bakar Asy-Syinwani, melapangkan kuburnya, dan menjadikan setiap karya ilmiah yang beliau tinggalkan sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya hingga hari kiamat.








