ULAMA DUNIA

Umar bin Abdul Aziz: Biografi Lengkap Khalifah yang Adil

Umar bin Abdul Aziz adalah salah satu pemimpin paling dihormati dalam sejarah Islam. Ia dikenal sebagai khalifah yang adil, sederhana, dan bersih dari korupsi. Banyak sejarawan bahkan menyebutnya sebagai “Khulafaur Rasyidin kelima” karena kualitas kepemimpinannya yang luar biasa.


Biografi Singkat Umar bin Abdul Aziz

Kelahiran dan Asal Usul

Nama lengkap beliau adalah Umar bin Abdul Aziz Al-Quraisy Al-Umawy. Beliau lahir di Madinah pada hari Selasa, 26 Shafar tahun 60 H (ada riwayat yang menyebut 61 H atau 63 H).

Ibunya bernama Hafsah binti Ashim, yang dikenal juga dengan julukan Ummu Ashim. Nasab ibunya bersambung langsung kepada Khalifah Umar bin Khattab, sehingga Umar bin Abdul Aziz mewarisi banyak sifat mulia dari sang kakek buyut tersebut.

Ayahnya, Abdul Aziz, adalah seorang dermawan sekaligus salah satu pejabat terbaik Dinasti Bani Umayyah yang pernah menjabat sebagai Gubernur Mesir. Sang ayah juga dikenal tekun dan serius dalam mempelajari hadis.

Ciri Fisik

Umar bin Abdul Aziz digambarkan sebagai sosok dengan penampilan lembut dan tampan. Kulitnya putih kecoklatan, jambang tipis, dan tubuhnya ramping karena terbiasa berpuasa sunnah. Matanya cekung karena hampir setiap malam beliau tidak pernah melewatkan shalat malam.

Di wajahnya terdapat bekas luka di kening, yang terjadi saat beliau masih kecil — seekor kuda jantan tidak sengaja menendangnya hingga keningnya robek. Karena itulah beliau mendapat julukan Asyajj Bani Umayyah (orang dari Bani Umayyah yang terluka kepalanya).

Saat kejadian itu terjadi, sang ayah, Abdul Aziz, justru tenang. Sambil mengobati luka anaknya, ia berkata kepada Ummu Ashim:

“Bergembiralah engkau wahai Ummu Ashim. Mimpi Umar bin Khattab insya Allah akan terwujud. Dialah anak dari keturunan Umayyah yang akan memperbaiki bangsa ini.”

Wafat

Umar bin Abdul Aziz wafat pada bulan Rajab tahun 101 H dalam usia sekitar 39 hingga 40 tahun. Beliau dimakamkan di Dir Sam’an, di pinggiran kota Hims atau Qannasrin.


Keluarga Umar bin Abdul Aziz

Istri-istri Beliau

Istri pertama dan paling terkenal adalah Fatimah binti Abdul Malik, putri dari Khalifah Abdul Malik bin Marwan. Fatimah memiliki nasab yang sangat mulia — putri khalifah, saudari para khalifah, dan istri dari khalifah — namun hidupnya tetap sederhana dan jauh dari kemewahan.

Beliau juga memiliki istri lain, yaitu Lamis binti Ali, Ummu Utsman bin Syu’aib, dan seorang Ummu Walad.

Putra-putri Beliau

Umar bin Abdul Aziz dikaruniai 14 putra dan 3 putri, yaitu:

Putra: Abdul Malik, Abdul Aziz, Abdullah, Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, Bakar, Al-Walid, Musa, Ashim, Yazid, Zaban, dan Abdullah (dua orang bernama Abdullah).

Putri: Aminah, Ummu Ammar, dan Ummu Abdillah.


Pendidikan dan Perjalanan Ilmu

Tumbuh di Kota Madinah

Umar bin Abdul Aziz dibesarkan di Madinah, kota pusat ilmu pengetahuan Islam. Sejak kecil, beliau sudah menghafal Al-Qur’an. Kecerdasan dan keshalehannya tidak bisa dilepaskan dari peran ibunya, Ummu Ashim, yang dikenal sebagai wanita cerdas dan tekun beribadah.

Beliau sangat haus ilmu. Umar aktif menghadiri majelis-majelis para ulama dan ahli fikih, serta melakukan perjalanan ilmu ke berbagai kota, termasuk Mesir.

Guru-Guru Beliau

Di antara ulama besar yang menjadi gurunya adalah:

  • Imam Malik bin Anas
  • Urwah bin Zubair
  • Abdullah bin Ja’far
  • Yusuf bin Abdullah

Karier dan Jabatan

Perjalanan karier Umar bin Abdul Aziz meningkat secara bertahap:

JabatanPeriode
Wali Kota Madinah86–93 H
Gubernur Madinah87–93 H
Khalifah10 Shafar 99 H / 22 September 717 M

Jasa-Jasa Besar Umar bin Abdul Aziz

1. Reformasi Sistem Pemerintahan

Begitu menjadi khalifah, Umar bin Abdul Aziz langsung bergerak cepat mereformasi sistem administrasi kekhalifahan. Beliau memberhentikan gubernur-gubernur yang tidak amanah dan menunjuk pemimpin baru berdasarkan kecakapan dan kejujuran, bukan kepentingan politik.

Beberapa gubernur baru yang beliau tunjuk:

  • Kufah: Abdul Hamid bin Abdurrahman
  • Basrah: Adi bin Arthah al-Fazari
  • Khorasan: Al-Jarrah bin Abdullah
  • Sindh: Amr bin Muslim al-Bahili
  • Al-Andalus (Spanyol): As-Samh bin Malik al-Khaulani
  • Ifriqiyah (Afrika Utara): Ismail bin Abdullah

2. Pembaruan Aturan dan Kebijakan Sosial

Sebagai seorang ulama sekaligus pemimpin, Umar bin Abdul Aziz menerapkan berbagai pembaruan penting, antara lain:

  • Memperketat larangan minuman keras
  • Melarang ketelanjangan di ruang publik
  • Menghapus pemandian umum campur laki-laki dan perempuan
  • Mendistribusikan zakat secara adil dan merata
  • Melarang pejabat negara berbisnis demi keuntungan pribadi
  • Menjamin pekerja mendapat upah yang layak
  • Mengembalikan tanah Fadak kepada Bani Hasyim
  • Memberikan hadiah kepada masyarakat yang berani melaporkan pejabat yang zalim

3. Pembangunan Infrastruktur dan Fasilitas Umum

Umar bin Abdul Aziz memerintahkan pembangunan berbagai fasilitas umum di berbagai wilayah kekhalifahan, seperti:

  • Kanal irigasi
  • Jalan raya
  • Penginapan bagi para musafir (karavanserai)
  • Klinik kesehatan

Program kesejahteraan untuk anak yatim dan fakir miskin juga diperluas.

4. Kodifikasi Hadis Pertama dalam Sejarah Islam

Ini adalah salah satu jasa terbesar beliau. Umar bin Abdul Aziz memerintahkan pengumpulan hadis secara resmi untuk pertama kalinya, karena khawatir hadis-hadis Nabi akan hilang atau tercampur. Para ulama yang diperintahkan melaksanakan tugas ini antara lain:

  • Abu Bakar bin Muhammad bin Hazm
  • Ibnu Syihab az-Zuhri

Keteladanan Umar bin Abdul Aziz

Pemimpin yang Wara’ dan Hidup Sederhana

Umar bin Abdul Aziz adalah gambaran nyata pemimpin yang wara’ (berhati-hati dari hal yang haram), rendah hati, dan tidak silau oleh kekuasaan. Beliau adalah pembela kaum lemah dan dhuafa.

Kisah nyata kesederhanaannya terlihat dalam satu surat kepada gubernur yang meminta tambahan alat tulis. Umar membalas:

“Begitu suratku ini tiba, runcingkan pena, satukan tulisan, dan tulislah berbagai keperluan sebanyak-banyaknya dalam satu kertas. Kaum muslimin tidak membutuhkan kata-kata lebih yang membahayakan Baitul Mal mereka.”

Mengakhiri Tradisi Mencaci Ali bin Abi Thalib

Salah satu langkah berani yang diambil Umar bin Abdul Aziz adalah menghentikan tradisi mencaci maki Ali bin Abi Thalib yang sudah berlangsung lama sejak era kekhalifahan sebelumnya. Setiap khotbah Jumat di masa lalu selalu diakhiri dengan makian kepada Ali, sebagai bagian dari rivalitas panjang antara Bani Umayyah dan Bani Hasyim.

Umar menegaskan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah sosok yang dijamin masuk surga, pemimpin yang dicintai Allah, dan orang yang dekat dengan Rasulullah. Maka, tradisi buruk itu harus dihentikan.


Kesimpulan

Umar bin Abdul Aziz adalah bukti nyata bahwa pemimpin yang adil, sederhana, dan berpegang pada syariat Islam mampu membawa perubahan besar bagi masyarakat. Dalam masa kepemimpinan yang singkat — kurang dari tiga tahun — beliau berhasil melakukan reformasi besar-besaran, menegakkan keadilan, dan meninggalkan warisan ilmu yang sangat berharga bagi umat Islam hingga hari ini.


Referensi

  • Riwayat Hidup Para Wali dan Shalihin, Cahaya Ilmu Publisher
  • Biografi Khalifah Rasulullah (Khulafaur Rasul), Khalid Muhammad Khalid

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker