
Profil Ulama | Biografi Imam Taqiyuddin Al Hishni: Pengarang Kifayatul Akhyar

Imam Taqiyuddin Al-Hishni adalah salah satu tokoh ulama besar dari mazhab Syafi’i pada abad ke-8 dan ke-9 Hijriah.
Dikenal dengan sebutan Taqiyuddin karena keahliannya dalam fikih, beliau merupakan sosok zuhud yang spiritualitasnya diakui hingga dikaruniai banyak karamah.
Kelahiran dan Nasab Mulia
Imam Abu Bakar bin Muhammad bin Abdul Mu’min atau yang masyhur disapa Imam Taqiyuddin al-Hishni, lahir pada tahun 752 H di Kota al-Hishn, yang terletak dalam wilayah Syam.
Beliau kemudian berpindah ke Kota Dimasyq (Damaskus) untuk melanjutkan pendidikannya.
Sebutan Al-Hishni adalah nisbat (penamaan) yang merujuk kepada daerah asalnya, Hishn, sebuah wilayah di desa Hauran, Damaskus.
Nasab Husaini yang Panjang:
Nasab Al-Hishni menunjukkan kemuliaannya, tersambung hingga ke garis keturunan Nabi Muhammad SAW melalui cucu beliau, Al-Husain. Nasab lengkap beliau adalah:
Imam Abu Bakar bin Muhammad bin Abdul Mu’min bin Hariz bin Mualla bin Musa bin Hariz bin Sa`id bin Dawud bin Qasim bin Ali bin Alawi bin Naasyib bin Jawhar bin Ali bin Abi al-Qasim bin Saalim bin Abdullah bin Umar bin Musa bin Yahya bin Ali al-Ashghar bin Muhammad at-Taqiy bin Hasan al-Askari bin Ali al-Askari bin Muhammad al-Jawad bin Ali ar-Ridha bin Musa al-Kadhzim bin Ja’far ash-Shodiq bin Muhammad al-Baqir bin Zainal Abidin Ali bin al-Husain bin Ali bin Abi Tholib at-Taqiy al-Husaini al-Hishni.
Wafat
Imam Taqiyuddin Al-Hishni wafat pada tahun 829 H dan dikebumikan di Dimasyq.
Guru-Guru Terkemuka
Dalam menuntut ilmu, Al-Hishni berguru kepada banyak ulama terkemuka di masanya.
Di antara guru-guru beliau adalah:
- Syaikh Abul ‘Abbas Najmuddin Ahmad bin ‘Utsman bin ‘Isa al-Jaabi
- Syaikh Syamsuddin Muhammad bin Sulaiman ash-Sharkhadi
- Syaikh Syarafuddin Mahmud bin Muhammad bin Ahmad al-Bakri
- Syaikh Syihaabuddin Ahmad bin Sholeh az-Zuhri
- Syaikh Badruddin Muhammad bin Ahmad bin ‘Isa
- Syaikh Syarafuddin ‘Isa bin ‘Utsman bin ‘Isa al-Ghazi
- Syaikh Shadruddin Sulaiman bin Yusuf al-Yaasufi
Akhlak dan Kezuhudan
Al-Hishni dikenal memiliki akhlak dan perilaku yang tawadhu’ (rendah hati) dan luhur.
Beliau adalah seorang sufi sejati, berakhlak mulia, dan tidak sombong.
Meskipun sebagai guru, beliau terbiasa keluar bersama muridnya, berkumpul, dan bahkan bermain, namun tetap menjaga kehormatannya sebagai seorang pendidik.
Peran di Masa Cobaan:
Wilayah Damaskus pernah mengalami cobaan berat ketika diserang oleh tentara Tamarlenk (keturunan Jengis Khan) yang tamak dan haus darah.
Namun, kondisi darurat ini tidak menghalangi Syaikh Abu Bakar al-Hishni untuk terus belajar dan mengajar.
Setelah fitnah bangsa Tar Tar (Mongol) berhasil dipadamkan, nama Syaikh al-Hishni menjadi pusat perhatian penuntut ilmu di negeri Syam.
Pada masa kemasyhurannya, beliau memilih untuk membatasi berbicara kepada orang, kecuali untuk tujuan ilmu.
Meskipun demikian, beliau terbuka untuk menasihati para Qadhi Hakim dan pejabat kenegaraan.
Beliau dikenal sangat zuhud (menjauhi urusan duniawi).
Karomah dan Kewalian
Al-Hishni terkenal bukan hanya karena ketinggian ilmunya, tetapi juga karena kewaliannya.
Berbagai karamah (kejadian luar biasa) telah dinisbatkan kepada beliau:
- Berjuang di Siprus
Dikisahkan bahwa saat para mujahidin berperang di Cyprus, beliau terlihat berjuang bersama mereka hingga mujahidin memperoleh kemenangan.
Anehnya, ketika para pejuang ini menceritakan hal tersebut, murid-murid beliau di Dimasyq menyatakan bahwa beliau selalu bersama mereka di Dimasyq dan tidak pergi ke mana-mana.
- Haji di Dua Tempat
Beliau juga sering ditemukan berada di Makkah dan Madinah mengerjakan haji, padahal pada waktu yang sama beliau tetap berada di Dimasyq.
Beberapa keramat beliau ini telah dicatat oleh Syaikh Yusuf bin Ismail an-Nabhani dalam kitab Jaami Karaamaatil Awliya juz 1 halaman 621-622.
Karya-Karya Bernilai Tinggi
Sepanjang hidupnya, Syekh Taqiyuddin al-Hishni adalah seorang penulis yang produktif.
Beliau banyak menulis kitab besar dan bernilai tinggi dalam berbagai bidang ilmu, di antaranya yang paling masyhur adalah Kifayatul Akhyar.
| Bidang Ilmu | Judul Karya | Keterangan |
| Fikih Syafi’i | Kifayatul Akhyar | Salah satu rujukan penting dalam fikih Syafi’i. |
| Aqidah | Daf’u Syubahi Man Syabbaha Wa Tamarrada Wa Nasaba Dzalika Ila asy-Sayyid al-Jalil al-Imam Ahmad | Kitab membantah golongan yang menyerupakan Allah dengan makhluk. |
| Tafsir | At-Tafsir | Kitab Tafsir Al-Qur’an. |
| Hadis | Syarah Shohih Muslim (3 jilid) | Syarah (penjelasan) atas kitab Shahih Muslim. |
| Syarah al-Arbain an-Nawawi | ||
| Ta’liq Ahadits al-Ihya | Catatan atas hadis-hadis dalam kitab Ihya’ Ulumiddin. | |
| Fikih Lainnya | Syarah Tanbih (5 jilid) | Syarah atas kitab fikih At-Tanbih. |
| Syarah an-Nihayah | ||
| Talkhish al-Muhimmaat (2 jilid) | Ringkasan atas kitab Al-Muhimmat. | |
| Syarah al-Hidayah | ||
| Adab & Tasawuf | Syarah Asmaullah al-Husna | Penjelasan tentang nama-nama Allah yang indah. |
| Adab al-Akl wa asy-Syarab | Adab makan dan minum. | |
| Kitab al-Qawaa`id | ||
| Tanbihus Saalik | ||
| Qami`un Nufuus | ||
| Siyarus Saalik | ||
| Siyarush Sholihaat | ||
| Al-Asbaabul Muhlikaat | Tentang sebab-sebab kehancuran. | |
| Sirah & Akhirat | Ahwal al-Qubur | Perihal keadaan di kubur. |
| al-Mawlid | Kitab tentang Maulid Nabi. |









One Comment