
Profil Ulama | Profil Imam Asy Syahrastani Penulis Kitab Al Milal Wan Nahal

Abu al-Fath Abdul Karim bin Abi Bakr Ahmad asy-Syahrastani, atau yang akrab dipanggil Imam Asy-Syahrastani, adalah salah satu pemikir muslim paling terkemuka dalam sejarah Islam.
Lahir di kota Syahrastan, Persia (kini Iran), pada tahun 469 H (atau beberapa riwayat menyebut 476 H), beliau dikenal sebagai sosok serba bisa yang menguasai berbagai disiplin ilmu, mulai dari fikih hingga filsafat.
Ia wafat di kota kelahirannya pada tahun 548 H.
Pendidikan dan Jejak Intelektual
Sejak usia dini, Asy-Syahrastani sudah menunjukkan kecintaan yang luar biasa terhadap ilmu pengetahuan.
Ilmu pertama yang ia pelajari adalah ilmu syariat, dimulai dengan Al-Qur’an dan Tafsir.
Pada usia lima belas tahun, ia menempuh perjalanan ke Naisabur untuk belajar Hadis dari Abu al-Hasan al-Madini.
Beliau berguru kepada banyak ulama besar pada masanya, termasuk:
- Abu al-Qasim al-Anshari: Guru dalam ilmu tafsir dan kalam.
- Abu Nashr al-Qusyairi: Guru dalam ilmu fikih, ushul fikih, dan ilmu kalam.
- Ahmad al-Khawafi dan Abu al-Muzhaffar al-Khawafi: Guru dalam ilmu fikih.
Pada usia 30 tahun, Asy-Syahrastani menunaikan ibadah haji, kemudian menetap di Baghdad selama tiga tahun dan sempat mengajar di Universitas Nizamiyah.
Dalam setiap pendapatnya, ia selalu bersikap moderat dan menyertakan argumentasi yang kuat, menunjukkan penguasaannya yang mendalam terhadap setiap masalah yang ia teliti.
Karakter dan Relasi Sosial
Imam Asy-Syahrastani dikenal sebagai pribadi yang lemah lembut, beradab, dan bijaksana.
Ia sangat disegani oleh para penguasa, termasuk Sultan Sanjar bin Mulkasyah dan Menteri Abu al-Qasim Mahmud bin al-Muzhaffar al-Marwazi.
Kelembutan akhlaknya terlihat jelas dalam setiap dialog dan perdebatan.
Meskipun ia mengkritisi pemikiran lawan bicaranya, ia tetap melakukannya dengan cara yang baik dan dapat diterima, jauh dari sikap kasar atau emosional.
Karena keilmuannya yang tinggi, ia dianugerahi banyak gelar kehormatan, antara lain:
- Al-Faqih (Ahli Fikih)
- Al-Mutakallim (Ahli Ilmu Kalam)
- Al-Mufassir (Ahli Tafsir)
- Al-Failusuf (Ahli Filsafat)
- Al-‘Allamah (Sangat Berilmu), gelar yang diberikan oleh al-Hafidz adz-Dzahabi.
Karya-Karya Fenomenal dan Pemikiran dalam “Al-Milal wa an-Nihal”
Asy-Syahrastani adalah penulis yang sangat produktif.
Ia menghasilkan sekitar dua puluh karya dalam berbagai bidang, mulai dari fikih, filsafat, hingga perbandingan agama.
Karya-karyanya yang paling terkenal antara lain:
- Al-Milal wa an-Nihal:
Kitab paling monumentalnya yang menjadi rujukan utama dalam kajian perbandingan agama dan sekte.
- Nihayatu al-Iqdam fi Ilmi Kalam:
Kitab yang membahas tentang larangan terlalu mendalami ilmu kalam dan filsafat.
- Mushara’ah al-Falasifah:
Sebuah bantahan terhadap pemikiran filsafat.
Kitab Al-Milal wa an-Nihal adalah puncak dari pemikiran Asy-Syahrastani.
Dalam mukadimahnya, ia mengupas lima pembahasan penting:
- Kategorisasi Penduduk Dunia:
Ia mengelompokkan penduduk dunia berdasarkan agama dan keyakinan, bukan geografi atau suku bangsa.
Ia menyebutkan bahwa umat Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, Nasrani 72, dan Muslim 73.
Hanya satu golongan dari setiap umat yang akan selamat.
- Poros Perdebatan Sekte Islam:
Ia menguraikan lima kaidah utama yang menjadi sumber polemik di kalangan sekte Islam, seperti konsep sifat dan tauhid, qadha dan qadar, janji dan ancaman, serta rasionalitas dan wahyu.
- Fitnah Pertama di Alam Semesta:
Ia berpandangan bahwa polemik pertama dimulai dari pembangkangan Iblis terhadap perintah Allah.
- Benih-Benih Perbedaan Umat Islam:
Ia mencatat bahwa perbedaan pertama di kalangan Muslim muncul saat Rasulullah SAW sakit menjelang wafat.
Metodologi Penulisan Kitab:
Ia menjelaskan metode yang digunakannya dalam menyusun kitab Al-Milal wa an-Nihal.
Imam Asy-Syahrastani meninggalkan warisan intelektual yang tak ternilai, menunjukkan bahwa perbandingan agama dan pemahaman terhadap berbagai sekte adalah ilmu yang penting untuk memahami dinamika peradaban manusia.









One Comment