
Syekh Abdul Karim Asy-Syurabati adalah salah satu ulama terkemuka dari kota Halab (Aleppo), Suriah. Beliau dikenal luas sebagai pakar hadits di zamannya dan meninggalkan karya tulis yang bernilai tinggi dalam khazanah keilmuan Islam.
Nama Lengkap dan Latar Belakang
Nama lengkap beliau adalah ‘Abdul Karim bin Ahmad bin ‘Ulwan Asy-Syurabati Al-Halabi. Nama “Al-Halabi” menunjukkan bahwa beliau berasal dari Halab (Aleppo), sebuah kota bersejarah di Suriah yang selama berabad-abad menjadi pusat peradaban dan keilmuan Islam.
Di kota inilah Syekh Abdul Karim Asy-Syurabati tumbuh dan berkembang menjadi seorang ulama yang diakui kepakarannya, terutama dalam bidang ilmu hadits. Beliau bahkan dikenal sebagai ulama pakar hadits Halab pada masanya — sebuah gelar kehormatan yang mencerminkan tingginya kapasitas keilmuan beliau di antara para ulama sezamannya.
Ujian Kebutaan di Usia Senja
Salah satu catatan penting dalam perjalanan hidup Syekh Asy-Syurabati adalah ujian besar yang beliau hadapi. Pada tahun 1136 H, beliau mengalami kebutaan. Namun kondisi ini tidak menyurutkan semangat beliau dalam berkhidmat kepada ilmu dan umat. Keteguhan seperti ini menjadi teladan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk terus memberikan manfaat.
Wafat
Syekh Abdul Karim Asy-Syurabati wafat di kota kelahirannya, Halab, pada tahun 1178 H. Beliau mengabdikan hampir seluruh hidupnya di kota tersebut, baik dalam menuntut ilmu, mengajar, maupun menulis.
Karya-Karya Ilmiah
Meskipun karya beliau yang tercatat tidak banyak, namun dari segi isi dan tema, karya-karya tersebut mencerminkan kedalaman pemahaman beliau terhadap ilmu-ilmu Al-Qur’an dan hadits.
1. Al-Farq baina Al-Qur’an Al-‘Azhim wa Al-Ahadits Al-Qudsiyyah
Karya ini membahas secara khusus tentang perbedaan antara Al-Qur’an Al-Karim dan Hadits Qudsi. Tema ini sangat penting dalam kajian ulum Al-Qur’an dan ilmu hadits, karena banyak orang yang masih belum memahami dengan jelas perbedaan antara keduanya. Melalui risalah ini, Syekh Asy-Syurabati memberikan penjelasan yang sistematis dan ilmiah untuk mempertegas kedudukan masing-masing.
2. Ats-Tsabat Al-Mubarak
Karya kedua beliau adalah Ats-Tsabat Al-Mubarak, sebuah kitab yang umumnya berisi daftar guru-guru dan sanad (rantai periwayatan) keilmuan sang penulis. Karya jenis ini sangat penting dalam tradisi keilmuan Islam karena menjadi bukti otentik atas ketersambungan ilmu dari generasi ke generasi.
Penutup
Syekh Abdul Karim Asy-Syurabati adalah representasi ulama yang gigih dan berdedikasi tinggi. Meski harus menjalani sisa hidupnya dalam kebutaan, beliau tetap berkontribusi nyata bagi dunia keilmuan Islam. Karya-karyanya, terutama tentang perbedaan Al-Qur’an dan Hadits Qudsi, tetap relevan dan berharga untuk dipelajari hingga hari ini.
Semoga Allah merahmati beliau, melapangkan kuburnya, dan menjadikan ilmunya sebagai amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.








