
Nama lengkap: Ismail bin Abi Bakr bin Abdullah al-Muqri Syarafuddin Abu Muhammad
Siapa Ibn al-Muqri?
Ibn al-Muqri adalah seorang ulama besar dari Mazhab Syafi’i yang hidup pada abad ke-8 dan ke-9 Hijriah. Beliau dikenal luas sebagai pakar Fiqih, ahli tahqiq (peneliti teks klasik), sekaligus intelektual yang menguasai ilmu bahasa dan sastra Arab. Kecerdasannya yang luar biasa dan usianya yang sangat panjang menjadikan beliau salah satu ulama paling berpengaruh di Yaman pada masanya.
Kelahiran Ibn al-Muqri
Ibn al-Muqri lahir pada tahun 755 H di Syarjah, sebuah daerah yang terletak di Yaman Selatan. Beliau tumbuh di lingkungan yang kental dengan tradisi keilmuan Islam, yang kelak membentuk kepribadian dan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.
Keluarga dan Keturunan
Ibn al-Muqri menikah dengan seorang perempuan bernama Bintu al-Wazir Nuruddin bin Mu’aibad. Dari pernikahan tersebut, beliau dikaruniai dua orang anak:
- Ali
- Zainab
Pendidikan dan Perjalanan Menuntut Ilmu
Ibn al-Muqri memulai perjalanan belajarnya sejak kecil di kampung halamannya, Abyat al-Husein, di bawah bimbingan langsung sang ayah. Semangat belajarnya yang tinggi mendorongnya untuk merantau ke berbagai kota demi menimba ilmu dari ulama-ulama terbaik pada zamannya.
Pada tahun 782 H, beliau berangkat ke kota Zubaid — salah satu pusat keilmuan Islam di Yaman — dan berguru kepada sejumlah ulama terkemuka di sana.
Guru-Guru Ibn al-Muqri
Berikut adalah para ulama yang menjadi guru Ibn al-Muqri:
- Abu Bakar Abdullah bin Muhammad al-Muqri — Ayah kandung beliau sendiri, yang mengajarkan ilmu-ilmu dasar agama Islam.
- Muhammad bin Ahmad bin Zakaria (740–823 H) — Pakar hadis, fiqih, bahasa, dan sastra. Beliau belajar nahwu kepada Ibnu al-Miftah al-Hubbi dan Muhammad adz-Dzu’ali. Dari guru ini, Ibn al-Muqri mendapatkan bekal ilmu bahasa Arab yang kuat.
- Abdullathif bin Abi Bakar asy-Syarji az-Zubaidi (747–802 H) — Ahli bahasa Arab yang menguasai ilmu nahwu, sharaf, arudh, dan balaghah. Beliau adalah murid dari al-Allamah Ahmad Bashaibash.
- Jamaluddin Muhammad bin Abdullah ar-Raimi (704–772 H) — Ulama ahli fiqih di kota Zubaid. Kepada beliau, Ibn al-Muqri mendalami ilmu hukum Islam.
- Majduddin al-Fairuzzabadi (729–817 H) — Ulama pakar hadis dan fiqih, juga dikenal sebagai penyusun kamus bahasa Arab terkenal, al-Qamus al-Muhith.
- Ahmad bin Abi Bakar an-Nasyiri az-Zubaidi (742–815 H) — Pakar fiqih di kota Zubaid.
- Ahmad bin Utsman Bashaibash (wafat 768 H)
- Ahmad bin Abdirrahman al-Ashabi (wafat 769 H)
- Ahmad bin Musa al-Jallad az-Zubaidi (wafat 792 H)
- Ali bin al-Hasan al-Khazraji (wafat 812 H)
Peran sebagai Pengajar dan Qadhi
Selain sebagai pelajar yang tekun, Ibn al-Muqri juga dikenal sebagai pendidik dan pemimpin umat. Beliau pernah menjabat sebagai qadhi (hakim agama) sekaligus mengajar di beberapa lembaga pendidikan tinggi Islam, antara lain:
- Madrasah Nizhamiyyah di kota Zubaid
- Madrasah al-Mujahidiyyah di kota Taiz
Murid-Murid Ibn al-Muqri
Di antara murid-murid beliau yang tercatat dalam sejarah:
- Syarafuddin Ismail bin Ibrahim al-Bumah al-Hanafi az-Zubaidi (wafat 815 H)
- Badruddin al-Hasan bin Ali al-Malhani (wafat 820 H)
- Afifuddin an-Nasyiri (wafat 848 H)
- Jamaluddin Muhammad bin Ibrahim al-Huseini (wafat 853 H)
- Badruddin Sa’id bin Ahmad adz-Dzubhani (wafat 877 H)
- Abu Hafsh al-Fata (wafat 883 H)
- Al-Badr al-Husein al-Ahdal (wafat 885 H)
- Jamaluddin Muhammad bin Umar al-Fariqi an-Nahari (wafat 893 H)
Karya-Karya Ibn al-Muqri
Ibn al-Muqri termasuk ulama yang sangat produktif dalam menulis. Karya-karyanya mencakup berbagai bidang ilmu, mulai dari fiqih, bahasa Arab, sejarah, hingga puisi. Berikut daftar karya beliau yang terkenal:
- Irsyad al-Ghawi fi Maslak al-Hawi — karya di bidang fiqih
- Daqaiq al-Irsyad — pendalaman dari karya sebelumnya
- Raudh ath-Thalib wa Nihayah Mathlab ar-Raghib — ringkasan dari kitab Raudhah ath-Thalibin karya Imam an-Nawawi
- Unwan asy-Syaraf al-Wafi — kitab yang memadukan ilmu fiqih, nahwu, sejarah, arudh, dan qawafi dalam satu karya
- Ar-Rukkaz al-Muhammasy — karya tentang ilmu bahasa
- Martabah al-Wujud wa Manzilah asy-Syuhud — karya di bidang tasawuf dan filsafat
- Adz-Dzari’ah ila Nashrah asy-Syari’ah — karya tentang ilmu syariat
- Jawab ala Qashidah fi Masail Fiqhiyyah bi Thariq al-Alghaz — respons ilmiah dalam bentuk puisi berisi teka-teki fiqih
- Mushannaf fi at-Tarikh — karya sejarah
- Mushannaf fi al-Arudh — karya tentang ilmu arudh (metrik puisi Arab)
- Diwan asy-Syi’r — kumpulan puisi karya beliau
- Lamiyah al-Arab — karya sastra Arab klasik
- Ikhlash an-Nawi — karya tentang niat dan keikhlasan
- Al-Faridah al-Jami’ah li al-Ma’ani ar-Rai’ah — karya tentang makna-makna indah dalam bahasa Arab
- Al-Qashidah at-Ta’iyyah fi at-Tadzakkur — puisi panjang bertema renungan dan nasihat
Wafatnya Ibn al-Muqri
Ibn al-Muqri wafat pada tahun 873 H dalam usia yang sangat panjang, yaitu 118 tahun. Usia panjang tersebut benar-benar beliau manfaatkan untuk belajar, mengajar, menulis, dan mengabdi kepada umat Islam. Warisan ilmu beliau terus hidup melalui karya-karya tulis dan murid-murid yang meneruskan estafet keilmuannya.
Kesimpulan
Ibn al-Muqri adalah contoh nyata dari seorang ulama yang menggabungkan kedalaman ilmu fiqih, kepiawaian dalam bahasa Arab, dan produktivitas dalam berkarya. Hidup selama lebih dari satu abad, beliau memanfaatkan setiap waktu untuk memperluas ilmu dan mendedikasikan hidupnya demi kemajuan peradaban Islam, khususnya di Yaman.








