
Siapa Habib Basirih?
Habib Hamid bin Abbas Bahasyim, yang lebih dikenal dengan sebutan Habib Basirih atau Datuk Keramat Basirih, adalah seorang ulama besar yang berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Beliau hidup di masa penjajahan Belanda dan Jepang, dan dikenal luas karena keilmuannya serta berbagai karamah yang dikisahkan oleh masyarakat Basirih hingga kini.
Nasab dan Silsilah: Satu Garis Keturunan dengan Sunan Ampel
Salah satu hal paling istimewa dari Habib Basirih adalah nasab beliau yang mulia. Habib Basirih merupakan keturunan ke-36 dari Rasulullah Muhammad SAW, dan masih satu garis keturunan dengan Sunan Ampel — salah satu Wali Songo yang berjasa menyebarkan Islam di tanah Jawa.
Titik temu nasab keduanya berada pada Waliyullah Muhammad Shohib Mirbath, seorang wali Allah yang merupakan keturunan generasi ke-16 dari Rasulullah SAW. Silsilah keduanya bertemu pada sosok bernama Alwi Ummul Faqih bin Muhammad Shohib Mirbath.
Dari Alwi Ummul Faqih inilah garis nasab terbagi menjadi dua:
- Sunan Ampel merupakan keturunan dari putra Alwi yang bernama Abdul Malik — yang berhijrah dari Tarim, Hadramaut, Yaman menuju India.
- Habib Basirih merupakan keturunan dari putra Alwi yang bernama Abdurrahman.
Jika Sunan Ampel adalah keturunan ke-23 dari Rasulullah SAW, maka Habib Basirih adalah keturunan ke-36. Sunan Ampel hidup sekitar 400 tahun lebih awal dari Habib Basirih.
Keluarga Habib Basirih
Habib Hamid bin Abbas Bahasyim dikaruniai 4 orang anak — tiga putri dan satu putra.
Putra beliau bernama Habib Hasan Bahasyim, dan dari pernikahannya lahirlah seorang cucu laki-laki bernama Habib ‘Idrus Bahasyim.
Cicit dari Habib ‘Idrus Bahasyim
Habib Hamid dianugerahi sejumlah cicit melalui Habib ‘Idrus Bahasyim:
Dari istri pertama, Syarifah Raguan Baragbah:
- Syarifah Fizria Maryam (Banjarbaru)
- Habib Fitri Hamid (Kubah Basirih)
- Habib Fathurrachman Bahasyim (Banjarmasin)
- Habib Fadil Bahasyim (Samarinda)
Dari istri kedua, Syarifah Hani Bilfagih:
- Habib ‘Ali Bahasyim (Jakarta)
- Syarifah Zuraida Bahasyim (Banjarmasin)
- Habib Fuad Bahasyim (Banjarmasin)
Karamah Habib Basirih yang Terkenal
Masyarakat Basirih dan Banjarmasin mengenal Habib Hamid bukan hanya karena keilmuannya, tetapi juga karena berbagai karamah (kemuliaan luar biasa dari Allah) yang dikisahkan secara turun-temurun. Berikut beberapa kisah yang paling masyhur:
1. Menyelamatkan Kapal yang Hampir Karam
Suatu ketika, orang-orang melihat Habib Basirih memindahkan air dari satu tempat ke tempat lain menggunakan gayung. Bagi kebanyakan orang, perbuatan itu terlihat aneh dan tidak bermakna.
Namun belakangan, datanglah seseorang ke rumah beliau untuk menyampaikan terima kasih. Orang tersebut mengaku bahwa kapal penumpang yang ia tumpangi nyaris karam di lautan luas — dan secara misterius, kapal itu berhasil selamat. Peristiwa itu rupanya bertepatan persis dengan saat Habib Basirih sedang mengayungkan air tersebut.
2. Menghidupkan Kambing yang Sudah Mati
Seorang tetangga pernah melaporkan kepada Habib Basirih bahwa di batang (rakit kayu gelondongan di atas sungai yang biasa digunakan untuk mandi) milik beliau, terdapat bangkai kambing yang sudah membusuk.
Bersama Habib Hamid, tetangga itu turun ke batang untuk membuktikan penglihatannya. Betapa terkejutnya sang tetangga ketika di hadapannya bukan bangkai busuk, melainkan seekor kambing hidup yang terikat di batang tersebut.
3. Perahu yang Kandas karena Mengolok-olok
Beberapa pria yang melintas di atas perahu di depan batang Habib Basirih mengolok-olok beliau saat sedang mandi. Gerak-gerik beliau yang tampak ganjil memancing ucapan tidak pantas dari mereka.
Tak lama kemudian, perahu mereka menabrak tebing sisi sungai dan kandas di tempat.
4. Pedagang Ikan yang Rugi Seharian
Seorang pedagang ikan berperahu menolak panggilan singgah Habib Hamid. Si pedagang berpikir beliau tidak akan mampu membayar.
Akibatnya, sepanjang hari itu tak satu pun dagangannya yang laku. Sementara pedagang lain yang memenuhi panggilan beliau dan berkayuh menuju rumahnya justru berhasil menjual seluruh dagangannya lebih cepat dari biasanya.
Penutup
Habib Hamid bin Abbas Bahasyim adalah sosok ulama yang meninggalkan warisan spiritual besar bagi masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya wilayah Basirih. Nasabnya yang bersambung hingga Rasulullah SAW, kesalehannya, serta berbagai karamah yang dikisahkan menjadikan beliau tetap hidup dalam ingatan dan kecintaan masyarakat hingga hari ini.








