
Mengenal KH. Ma’ruf Mangunwiyoto, ulama besar asal Surakarta yang ahli hadis, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Solo, dan tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia dari barisan para kiai.
Siapa KH. Ma’ruf Mangunwiyoto?
KH. Ma’ruf Mangunwiyoto adalah seorang ulama besar asal Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, yang dikenal luas karena tiga peran besarnya: sebagai ahli hadis, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Solo, dan pejuang kemerdekaan Indonesia bersama barisan para kiai.
Beliau bukan hanya seorang tokoh agama yang alim, tetapi juga seorang pemimpin yang hadir langsung di tengah perjuangan rakyat melawan penjajah.
Garis Keturunan Ulama dan Pejuang
KH. Ma’ruf Mangunwiyoto lahir dari keluarga yang memiliki akar keilmuan dan kepahlawanan yang kuat. Beliau merupakan keturunan dari:
- Kiai Abdul Mu’id
- bin Kiai M. Tohir
- bin Nyai Syamsiah
- binti Kiai Imam Rozi Tempursari, Klaten, Jawa Tengah
Sosok yang paling menonjol dalam silsilah ini adalah Kiai Imam Rozi Tempursari, kakek buyut Kiai Ma’ruf. Beliau bukan sekadar ulama biasa — beliau juga seorang panglima perang (Manggala Yudha) dalam pasukan Pangeran Diponegoro, dengan gelar kehormatan Singa Manjat.
Darah pejuang dari leluhurnya inilah yang kelak mengalir deras dalam semangat KH. Ma’ruf Mangunwiyoto ketika tampil di garis depan perlawanan terhadap penjajah.
Asal-Usul Gelar “Mangunwiyoto”
Gelar Mangunwiyoto bukanlah nama sembarangan. Gelar ini diperoleh setelah KH. Ma’ruf berhasil menyelesaikan pendidikannya di Madrasah Mambaul Ulum Surakarta dan resmi diangkat menjadi guru.
Madrasah Mambaul Ulum adalah salah satu lembaga pendidikan Islam tertua dan terkemuka di Surakarta, sehingga gelar yang diberikan kepada lulusannya memiliki bobot pengakuan yang tinggi dalam tradisi keilmuan Islam di Jawa.
Pengasuh Pesantren di Jenengan, Surakarta
Setelah menempuh pendidikan dan mengabdi sebagai guru, KH. Ma’ruf Mangunwiyoto menjadi pengasuh pesantren di daerah Jenengan, Surakarta. Di sinilah beliau membangun generasi santri dan memperdalam serta menyebarkan ilmu-ilmu keislaman, khususnya dalam bidang ilmu hadis — bidang yang menjadikannya dikenal sebagai ulama besar di kalangan masyarakat dan ulama lainnya.
Peran Besar dalam Pendirian NU di Solo
KH. Ma’ruf Mangunwiyoto diakui sebagai salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Solo. Hal ini dicatat langsung oleh KH. Saifuddin Zuhri, seorang tokoh NU terkemuka yang pernah nyantri di Kota Solo pada tahun 1930-an, dalam bukunya yang berjudul “Berangkat dari Pesantren” (2013).
Keterlibatan KH. Ma’ruf dalam mendirikan dan mengembangkan NU di Solo menunjukkan bahwa beliau bukan hanya ulama yang mengurus urusan pesantren semata, tetapi juga seorang organisatoris yang peduli pada penguatan umat Islam secara kelembagaan.
Berjuang Melawan Penjajah Bersama Para Kiai
Pada masa perang kemerdekaan, peran KH. Ma’ruf Mangunwiyoto sangat besar dan nyata. Beliau tidak hanya memberikan nasihat dan fatwa untuk membakar semangat para pejuang — sebagian dari lingkungan beliau bahkan turun langsung ke medan perang dengan memanggul senjata.
Di Jawa Tengah, KH. Ma’ruf tampil sebagai pemimpin perjuangan bersama para kiai dan ulama di Kota Surakarta. Beliau bahu-membahu bersama sejumlah ulama lainnya, di antaranya:
- KH. Abdurrahman
- KH. R. Moh. Adnan
- Kiai Abdul Karim Tasyrif
- Kiai Martoikoro
- Kiai Asnawi
- Kiai Amir Thohar
Bersama barisan kiai inilah, KH. Ma’ruf Mangunwiyoto berdiri di garis terdepan perlawanan rakyat Surakarta dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat itu tidak lepas dari warisan leluhurnya yang telah lebih dulu mengangkat senjata di bawah panji Pangeran Diponegoro.
Fakta Singkat KH. Ma’ruf Mangunwiyoto
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Tempat Lahir | Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah |
| Silsilah | Keturunan Kiai Imam Rozi Tempursari, Klaten |
| Leluhur Terkenal | Kiai Imam Rozi — Panglima Perang Pangeran Diponegoro (Singa Manjat) |
| Pendidikan | Madrasah Mambaul Ulum Surakarta |
| Keahlian Utama | Ilmu Hadis |
| Pesantren | Pengasuh Pesantren Jenengan, Surakarta |
| Peran Organisasi | Salah satu pendiri NU Kota Solo |
| Peran Perjuangan | Pemimpin barisan kiai dalam perang kemerdekaan di Surakarta |







