
Mendirikan Masjid Dan Pesantren
Selain mendirikan masjid, KH. Muhammad Idris juga aktif dalam mendirikan pondok pesantren.
Pada tahun 1957, beliau mendirikan Pondok Pesantren Cangkring sekaligus membangun pendidikan formal dan diniyah dengan nama Madrasah Tsanawiyah Cangkring.
Madrasah Tsanawiyah ini kemudian berganti nama menjadi Madrasah Tsanawiyah Al Ma’arif 1 Tirtomoyo pada tahun 1985.
Perjuangan NU
Setelah mendirikan masjid dan pondok pesantren, KH. Muhammad Idris juga aktif dalam berbagai organisasi, terutama Nahdlatul Ulama (NU).
Beliau menjadi salah satu anggota Hisbullah dan ikut berperang melawan DITII.
Setelah itu, beliau aktif dalam kegiatan Ansor dan kemudian mendirikan organisasi NU di Wonogiri pada tahun 1955. KH. Muhammad Idris adalah satu-satunya yang membela NU di zaman Orde Baru dan saat beliau sakit, NU dipegang oleh KH. Abdul Aziz dan rekannya.
Selain aktif dalam berbagai organisasi, KH. Muhammad Idris juga pernah menjadi anggota DPRD.
Pada pemilihan pertama Indonesia pada tahun 1951, beliau terpilih menjadi anggota DPRD dan tetap menjadi anggota hingga pemilihan tahun 1971.
Setelah berdirinya partai Golkar, beliau keluar dari DPRD dan melanjutkan pendidikan di pondok pesantren sambil tetap mendukung NU.
Pada jalur NU, KH. Muhammad Idris berhasil membuka NU di beberapa daerah yang saat itu masih memiliki tantangan.
Di Kecamatan Tirtomoyo, beliau mendirikan MWC (Muslimat, Nahdlatul Ulama, dan Ansor) serta lembaga pendidikan MA’ARIF.
Di Kecamatan Pracimantoro, beliau juga mendirikan MWC. Di Kota Wonogiri, beliau mendirikan Ansor dan MWC. Selain itu, beliau juga mendirikan MWC dan lembaga pendidikan MA’ARIF di Kecamatan Kismantoro.
Setelah keluar dari DPRD, KH. Muhammad Idris melanjutkan perjuangannya dengan mendirikan partai politik di bawah bendera NU yaitu PPP Wonogiri.
Namun, kemudian beliau keluar dari PPP dan mendirikan PKB. Meskipun demikian, KH. Muhammad Idris tidak menjadi pemimpin partai tersebut, melainkan jabatan tersebut dilanjutkan oleh putranya bernama Mawardi.
Tak hanya itu, KH. Muhammad Idris juga aktif dalam dunia koperasi. Beliau menjadi Ketua Pengurus Koperasi di Tirtomoyo dan bekerja sama dengan H. Sulama Salam. Selain itu, beliau juga menjadi anggota Koperasi Gabungan Batik Indonesia.
KH. Muhammad Idris adalah sosok yang memiliki dedikasi dan semangat juang yang tinggi dalam memperjuangkan agama dan masyarakat.
Melalui pembangunan masjid dan pondok pesantren, serta menjadi aktif dalam organisasi NU, beliau memberikan kontribusi besar dalam membangun kehidupan umat Islam dan memperkuat peran Nahdlatul Ulama.
Kisah perjuangannya semakin menginspirasi dan meninggalkan jejak yang tak terlupakan bagi generasi yang akan datang.
Demikian saja artikel yang dapat kami berikan tentang Biografi KH. Muhammad Idris Wonogiri. Semoga bermanfaat dan Terima Kasih.









One Comment