
Kepribadian Gurutta
Gurutta KH. Abd. Rahman Ambo Dalle adalah sosok ulama yang memancarkan kharisma mendalam dan memiliki kedekatan yang kuat dengan berbagai kalangan, baik santri, masyarakat, maupun pemerintah.
Kepemimpinan beliau yang adil dan pengabdian yang total membuatnya sangat dihormati dan dicintai.
Dalam perjuangannya menegakkan syiar agama dan mendirikan pondasi yang kokoh untuk pendidikan pesantren, Gurutta telah menciptakan jaringan yang luas, bahkan hingga ke luar negeri.
Kedekatannya dengan semua golongan membuat beliau memiliki banyak “anak angkat” yang diperlakukan sama seperti anak kandungnya sendiri.
Seperti yang diungkapkan Gurutta dalam sebuah media,
“Bagi saya, semua orang seperti anak sendiri, semuanya harus diperlakukan secara adil tanpa membedakan apakah anak kandung atau bukan.”
Salah satu contohnya adalah Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden yang ketika menjabat sebagai Panglima ABRI, datang untuk menyerahkan diri sebagai anak angkat Gurutta.
Gurutta menerima dengan penuh penghormatan, memberikan sehelai tasbih, serta mengajarkan doa dan mendoakan Try Sutrisno.
Sejak saat itu, Try Sutrisno selalu meluangkan waktu untuk bertemu dengan Gurutta setiap kali berkunjung ke Sulawesi Selatan.
Di lingkungan pesantren, Gurutta memperlakukan semua santri, baik laki-laki maupun perempuan, dengan adil dan penuh kasih sayang.
Beliau menilai kemampuan belajar santri tanpa memandang latar belakang keluarga.
Sebagai contoh, Gurutta pernah memberikan kitab Kifayah al-Akhyar sebagai hadiah kepada santrinya yang berhasil menjawab pertanyaan beliau dengan tepat.
Dalam kegiatan kemasyarakatan, Gurutta sangat aktif dan peduli, meluangkan waktu untuk membahas dan menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul.
Meskipun sibuk, beliau tidak pernah melupakan tanggung jawabnya dalam mengajar di pesantren dan melakukan dakwah hingga ke pelosok-pelosok daerah.
Pada hari-hari besar Islam seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau Isra’ Mi’raj, Gurutta seringkali tidak berada di rumah karena kesibukannya dalam berdakwah untuk kepentingan syiar Islam.
Hubungan Dengan Pemerintah
Hubungan Gurutta dengan pemerintah juga sangat harmonis.
Beliau memandang bahwa ulama dan umara (pemerintah) adalah dua elemen penting yang saling melengkapi dalam pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Namun, di balik kharisma dan dedikasinya, Gurutta juga dikenal memiliki jiwa seni yang kuat.
Kemampuan beliau dalam melukis, dekorasi, dan menciptakan lagu-lagu bernuansa Islam dikenal luas di kalangan orang-orang terdekatnya.
Salah satu contoh, Gurutta pernah melukis potret dirinya yang nyaris identik dengan aslinya.
Lagu-lagu ciptaannya hingga saat ini masih disimpan oleh santrinya, menunjukkan bahwa Gurutta tidak hanya seorang ulama berwibawa tetapi juga seorang seniman yang berbakat.
Menjelang Wafat
Gurutta KH. Abd. Rahman Ambo Dalle menghembuskan nafas terakhirnya pada usia yang hampir menyentuh satu abad.
Meskipun masa-masa terakhir hidupnya dihabiskan dalam kondisi yang semakin menua, beliau tetap menjalani hari-harinya dengan penuh kesibukan dan dedikasi tanpa memperhatikan kondisi fisiknya yang mulai melemah.
Pada usia sekitar 80 tahun, Gurutta masih aktif sebagai anggota MPR dan MUI pusat, menunjukkan komitmennya yang tak tergoyahkan terhadap tugas-tugasnya.
Meskipun usianya sudah lanjut dan kaki-kakinya tidak lagi kuat menopang tubuhnya, beliau tetap melanjutkan perjalanan yang memerlukan upaya ekstra.
Salah satu contohnya adalah kunjungannya ke Mekkah untuk melaksanakan Umrah, serta memenuhi undangan Raja Serawak di Malaysia Timur.
Dalam kondisi tubuh yang semakin lemah, beliau harus digendong untuk bisa melakukan perjalanan tersebut.
Dedikasi Gurutta yang luar biasa hingga detik-detik terakhir kehidupannya menunjukkan betapa besar cintanya terhadap pengabdian dan tugas-tugas keagamaan. Semoga amal ibadah dan pengabdian beliau diterima di sisi Allah SWT. Al-Fatihah.








